Voltage Injection Jalur 19V

Loading

🎯 Tujuan

  • Menemukan komponen short
  • Bukan menghilangkan short
  • Tidak menyalakan motherboard

1️⃣ Konfirmasi benar-benar short

Board tanpa adaptor & baterai.

Ukur 19 V ke GND:

  • < 5 Ω → short nyata
  • 5–20 Ω → curiga komponen bocor
  • 50 Ω → biasanya normal

⚠️ Jangan inject kalau resistansi tinggi (bukan short).


2️⃣ Isolasi jalur 19 V (WAJIB)

Ini langkah paling penting.

Lepas / isolate:

  • MOSFET input (ACFET / DC-IN MOSFET)
  • Atau coil setelah MOSFET input

Tujuan:

  • Mencegah arus masuk ke:
    • Charger IC
    • EC / PCH
    • Regulator lain

❌ Inject 19 V langsung tanpa isolasi = bunuh massal.


3️⃣ Titik injection yang benar

Inject ke:

  • Pad setelah MOSFET input
  • Pad kapasitor bulk 19 V
  • Kaki coil utama 19 V

(+ ke rail, − ke GND)


4️⃣ Setting PSU yang AMAN (angka nyata)

🔧 Setting awal

  • Voltage: 1 V
  • Current limit: 0.5 A

Kenapa 1 V?

  • Jauh di bawah 19 V
  • Tidak mengaktifkan IC
  • Cukup buat panas lokal

5️⃣ Naikkan arus secara bertahap

Jika belum ada hotspot:

  • 0.7 A → 1 A → max 2 A
  • Tegangan jangan > 2 V

⚠️ Jangan:

  • Langsung 3–5 A
  • Naikkan tegangan ke >3 V

6️⃣ Cara menemukan komponen short

Begitu PSU masuk CC:

🔥 Thermal camera (ideal)

  • Elko MLCC short → titik kecil panas
  • MOSFET short → panas cepat & besar

🧊 Alkohol / IPA

  • Yang short → kering duluan

👆 Finger test

  • Sentuh cepat
  • Biasanya MOSFET / MLCC dekat DC-IN

7️⃣ Pelaku paling sering di jalur 19 V

Urutan pengalaman lapangan:

  1. MLCC 19 V short
  2. MOSFET input bocor
  3. TVS diode
  4. Charger IC short
  5. Regulator turunan rusak

8️⃣ Setelah ketemu & dilepas

  1. Lepas komponen
  2. Ukur resistansi ulang
  3. Pastikan tidak short
  4. Baru pasang adaptor

⚠️ Jangan langsung colok adaptor sebelum yakin.


9️⃣ Kesalahan fatal yang sering terjadi

❌ Inject tanpa lepas MOSFET input
❌ Tegangan injection terlalu tinggi
❌ Menganggap jalur 19 V “kuat”
❌ Mengira CC mode = aman


🧠 Ringkasan cepat

  • Jalur 19 V = butuh isolasi
  • Tegangan injection rendah
  • Arus bertahap
  • Fokus panas lokal
  • Stop kalau panas menyebar

Related posts: