![]()
🎯 Prinsip dasarnya
Saat voltage injection:
Yang bikin rusak itu daya (panas), bukan tegangannya saja.
Daya:
P = I² × R
Kita ingin panas cukup terasa, tapi tidak destruktif.
1️⃣ Ukur resistansi rail ke GND
Board mati total, adaptor dilepas.
Gunakan:
- Multimeter mode ohm
- Atau diode mode (lebih stabil di rail CPU)
Catat nilai:
- Misalnya: 0.2 Ω
- Atau 0.5 Ω
- Atau 1.5 Ω
2️⃣ Tentukan daya target (AMAN)
Pengalaman lapangan:
- 0.05 – 0.3 W → aman untuk CPU core & rail logic
- 0.5 W → mulai berisiko
- 1 W → zona bahaya
Kita pakai 0.1 – 0.2 W sebagai target awal.
3️⃣ Hitung arus CC dari resistansi
Rumus dibalik:
I = √(P / R)
📌 Contoh nyata
🔹 Kasus A: R = 0.2 Ω (short berat)
Target P = 0.1 W
I = √(0.1 / 0.2)
I = √0.5
I ≈ 0.7 A
👉 Set CC ≈ 0.6 – 0.7 A
🔹 Kasus B: R = 0.5 Ω
Target P = 0.1 W
I = √(0.1 / 0.5)
I ≈ 0.45 A
👉 Set CC ≈ 0.4 – 0.5 A
🔹 Kasus C: R = 1.5 Ω
Target P = 0.1 W
I ≈ 0.26 A
👉 Set CC ≈ 0.25 A
4️⃣ Tentukan batas tegangannya
Setelah CC ditentukan:
- Voltage limit:
- CPU core: 0.3 – 0.5 V
- Rail lain: max 30–50% dari nominal
⚠️ Tegangan bukan alat kontrol utama, CC-lah yang penting.
5️⃣ Tabel cepat (praktis bengkel)
| Resistansi rail | CC aman awal |
|---|---|
| < 0.2 Ω | 0.6 – 0.8 A |
| 0.2 – 0.5 Ω | 0.4 – 0.6 A |
| 0.5 – 1 Ω | 0.25 – 0.4 A |
| > 1 Ω | 0.15 – 0.25 A |
(Untuk CPU core laptop)
6️⃣ Saat injection berlangsung, baca tandanya
Aman:
- PSU masuk CC
- Tegangan drop
- Arus stabil
- Muncul 1 hotspot jelas
Bahaya:
- Panas menyebar luas
- Arus naik sendiri
- Tegangan naik mendekati setpoint
- CPU ikut hangat
➡️ STOP.
7️⃣ Kenapa metode ini efektif?
Karena:
- Daya dibatasi secara matematis
- Tidak mengandalkan “feeling”
- Bisa diulang konsisten
- Cocok untuk rail low-ohm seperti CPU core
8️⃣ Kesimpulan kunci
- Ukur R → tentukan P → hitung I
- CC selalu lebih penting daripada V
- Mulai dari nilai konservatif
- Naikkan arus pelan, bukan nekat







