![]()
Pengukuran shunt resistor bisa dilakukan untuk dua tujuan:
- Mengukur nilai resistansinya
- Mengukur arus yang lewat melalui pembacaan tegangan di shunt
Berikut langkah lengkapnya.
1️⃣ Mengukur Nilai Resistansi Shunt (Ohm)
⚠️ Dilakukan saat rangkaian tidak dialiri listrik.
Langkah:
- Matikan sumber daya.
- Lepaskan salah satu kaki shunt dari rangkaian (agar tidak terpengaruh komponen lain).
- Putar selektor multimeter ke mode Ohm (Ω).
- Tempelkan probe merah dan hitam ke kedua kaki resistor.
- Baca nilai resistansi.
Catatan Penting:
- Karena nilai shunt sangat kecil (misalnya 0.01 Ω), multimeter biasa sering tidak akurat.
- Gunakan multimeter dengan fitur low resistance atau metode 4-wire (Kelvin) jika tersedia.
2️⃣ Mengukur Arus Menggunakan Shunt Resistor
Ini metode yang paling umum.
Prinsip:
Gunakan rumus:I=RV
Langkah:
- Pastikan shunt terpasang seri dengan beban.
- Nyalakan rangkaian.
- Set multimeter ke mode DC Voltage (V⎓) atau AC Voltage (V~) sesuai jenis arus.
- Ukur tegangan di kedua ujung shunt.
- Hitung arus menggunakan rumus.
🔢 Contoh Perhitungan:
Nilai shunt = 0,01 Ω
Tegangan terukur = 0,05 VI=0,05/0,01=5Ampere
3️⃣ Alternatif: Ukur Arus Langsung dengan Multimeter
Jika arus kecil (<10A tergantung multimeter):
- Pindahkan probe merah ke port 10A.
- Set ke mode Ampere (A).
- Hubungkan multimeter secara seri dengan beban.
- Baca arus langsung.
⚠️ Jangan ukur arus dengan cara paralel — bisa menyebabkan korsleting.

⚡ Tips Keamanan
- Pastikan range multimeter sesuai.
- Jangan sentuh bagian terbuka saat tegangan tinggi.
- Perhatikan rating daya shunt agar tidak overheat.
🎯 Kesimpulan
Mengukur shunt resistor dengan multimeter dapat dilakukan dengan:
- Mode Ohm untuk cek resistansi
- Mode Volt untuk menghitung arus
- Mode Ampere untuk pengukuran langsung







