![]()
1️⃣ Resistansi (Resistance)
🔹 Apa itu?
Hambatan murni terhadap arus DC (arus searah).
- Dilambangkan R
- Satuan: Ohm (Ω)
- Diukur pakai multimeter mode Ohm
- Tidak tergantung frekuensi
🔹 Diukur kapan?
✔ Saat board MATI
✔ Tanpa tegangan
✔ Cocok untuk cari short / bocor
🔹 Contoh di PCB:
- Resistor
- Jalur power ke GND (buat cek short)
- IC rusak (MOSFET short)
📌 Ini yang kamu pakai waktu cek induktor ke GND
2️⃣ Impedansi (Impedance)
🔹 Apa itu?
Hambatan total terhadap arus AC, gabungan dari:
- Resistansi (R)
- Reaktansi induktif (XL)
- Reaktansi kapasitif (XC)
Dilambangkan Z
🔹 Sifat penting:
- Tergantung frekuensi
- Berubah-ubah sesuai sinyal
- Ada sudut fase (phase angle)
🔹 Diukur pakai:
- LCR meter
- Network analyzer
- Multimeter biasa ❌ tidak cukup
3️⃣ Perbandingan langsung (biar kebayang)
| Aspek | Resistansi | Impedansi |
|---|---|---|
| Arus | DC | AC |
| Satuan | Ohm (Ω) | Ohm (Ω) |
| Frekuensi | Tidak berpengaruh | Sangat berpengaruh |
| Alat ukur | Multimeter | LCR / analyzer |
| Dipakai servis | ✔ YA | ❌ Jarang |
4️⃣ Kenapa di servis PCB kita pakai resistansi, bukan impedansi?
Karena:
✅ Board dalam kondisi mati
✅ Kita cari short ke ground
✅ Tegangan DC
✅ Multimeter tersedia
👉 Impedansi baru relevan saat rangkaian AKTIF dan berfrekuensi
5️⃣ Contoh kasus
🔧 Saat kamu ukur:
“Resistansi induktor ke GND”
Artinya:
- Kamu cek apakah rail output regulator short
- BUKAN cek perilaku switching
Hasil interpretasi:
- 0–5 Ω → short parah
- 10–30 Ω → curiga
- >100 Ω → aman
📌 Itu resistansi DC, bukan impedansi coil.
6️⃣ Kesalahan umum (sering kejadian)
❌ “Induktor resistansinya kecil → berarti short”
SALAH.
- Induktor DC resistance memang mili-ohm
- Tapi yang kamu ukur adalah:
- jalur output + beban IC lain
- bukan induktor itu sendiri
7️⃣ Ringkasan cepat (ingat ini)
- 🔹 Resistansi → DC → multimeter → cari short
- 🔹 Impedansi → AC → frekuensi → alat khusus
- 🔹 Servis motherboard → 90% pakai resistansi







